Budidaya Lele sangkuriang

Bookmark and Share
Budidaya Lele

Budidaya Lele Sangkuriang
Pemeliharaan ikan air tawar adalah sebuah hal yang semua orang akan bisa lakukan baik sebgai sekedar iseng, hobi, maupun sebagai orientasi bisnis. Kadang kala orang mempunyai niatan untuk iseng karena hoby yang akhirnya menjadikan peluang bisnis yang menguntungkan, lumayan buat tambahan penghasilan utama.

Tulisan ini saya harapkan akan bisa menjadi bahan acuan bagi rekan rekan yang mungkin punya keisengan dan hoby sama dengan saya untuk menggeluti budidaya perikanan air tawar.

Budidaya Ikan Air Tawar saat ini memang mempunyai prospek sebagai lahan bisnis yang menguntungkan, tak jarang orang sukses dengan hadirnya sosok binatang air yang di peliharanya. Salah satu Ikan Budi daya air tawar yang cukup memiliki prospek bisnis yang menjanjikan adalah Ikan Lele, Siapa yang tidak mengenal si ikan kumis yang mempunyai lendir di kulit tuhuhnya yang berwarna hitam kecoklatan semua orang pasti tau dan diberbagai daeram ada sebutanya sendiri-sendiri. 

Salah satu farian dari jenis lele yang ada adalah Lele Sangkuriang yang saat ini sangat diminati sebagai lahan bisnis budidaya, dari pada beberapa jenis lele yang sudah ada yang dintaranya Lele lokal, Lele Dumbo, dan Lele Phyton, disamping cara pengolahan budidayanya yang mudah, pertumbuhan harian yang pesat, Mempunyai nilai FCR ( Feeding Conversion Rate), atau efisiensi konversi berat makanan menjadi berat tubuh ikan yang baik, Tidak mudah terserang penyakit dan yang pasti dagingnya lebih gurih.

Memang ketenaran Lele Sangkuriang masih belum bisa menandingi ketenaran pendahulunya Ikan Lele Dumbo, namun secara fisik tidaklah memiliki perbedaan yang jauh. Lele Sangkuriang merupakan salah satu wujud upaya memperbaiki produktivitas farian yang telah ada untuk meningkatkan mutu dalam usaha bisnis bududaya air tawan di nusantara.

Adalah BBAT Sukabumi beberapa tahun yang lalu telah mengupayakan perbaikan genetik yang menelorkan Verietas unggul yang mempunyai produktivitas yang sangat tinggi dengan cara penyilangan antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6) Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2&F6)( sumber BBAT Sukabumi )
Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama Lele Sangkuriang.

Dengan berbekal ilmu yang ada, yang juga di peroleh dari pengalaman yang tidak perlu di ragukan lagi adalah Bapak H. Jaenal (Abah jaenal ) yang merupakan salah satu guru/suhu dalam pengembangan usaha pertanian (Alat-alat / Mesin Pertanian) dan perikanan, telah mendatangkan Indukan Lele Sangkuriang dari BBAT sukabumi yang akan di kembangkan di daerah Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Satu-satunya tempat pengembangan Budidaya Lele Sangkuriang area Malang selatan tepatnya di Jl. Sidomoro RT.02 – Rw.02 Ketawang, Nadilangkung, Kepanjen Kab Malang.

Penanganan induk lele sangkuriang yang baik akan meningkatkan mutu/ kualitas daya tetas telur dan bibit yang baik pula, dan yang paling penting untuk usaha pembibitan ini adalah tidak melakukan persilangan sekerabat atau biasa disebut inbreeding, pemakaian indukan yang mempunyai kualitas rendah akan menurunkan pada bibit yang dihasilkan (penyimpangan gen).

Pembibitan Lele Sangkuriang
Ada beberapa cara budidaya ( pembenihan ) dimana nantinya diharapkan dapat memperoleh benih benih lele, hasil dari pemijahan baik itu secara alami maupun secara buatan.  Seperti halnya telah banyak tertulis di berbagai sumber baik dari buku-buku, di beberapa blog yang tersedia di internet yang mengupas perihal pembenihan ikan lele.

System perbenihan ikan terbagi diantaranya yaitu :
1. Sistem tradisional dimana lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu, dimana nantinya lele akan memijah dengan alami

2. Semi intensif dimana jantan dan betina di masukkan dalam satu kolam namun dengan menambahkan rangsangan hormon hipofesa

3. Intensif Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dimana induk jantan dan betina di berikan suntikan (hipofesa) guna merangsang kematangan telur. dan kemudian telur dan seperma di campur secara manual oleh petani.

Adapula beberapa ikan dapat dengan cara rangsangan ikan lain yang di tempatkan dalam satu wadah yang di masukkan dalam kolam pemijahan, langkah ini sebagai upaya untuk mempercepat rangsangan ikan untuk segera memijah.

Sistem Pemijahan
Dalam perawatan indukan yang akan di pijahkan harus lah dengan penuh sangat hati hati, Indukan jantan dan betina di pelihara secara terpisah. Kolam yang digunakan bisa kolam tanah ( tidak dianjurkan ), kolam semen maupun kolam terpal. Disini digunakan kolam semen ukuram 3mx3mx1m dengan ketinggian air kolam sekitar 70cm.

Pemberian pakan induk haruslah yang berkualitas bagus, karena dari sinilah akan didapat benih-benih yang berkwalitas. Indukan yang matang gonad dipilih untuk pemijahan, proses pengambilan indukan harus hati-hati kerena agar indukan tidak stress dan yang akan berakibat tidak maksinalnya proses pemijahan, Indukan tidak langsung di jaring/diserok ( jaring yang bergagang )dari kolam melainkan Proses pengambilan dilakukan dengan pengurangan air kolam sampai ikan terlihat didasar kolam, sehingga kita bias memilih ikan yang akan di pijahkan dengan mudah, ambil dengan serok, lalu masukkan dalam kolam pemijahan.Ini dimaksudkan untuk menghindari stress pada induk.

Dari sini memang memerlukan keahlian untuk memilih induk yang telah matang gonad sehingga proses pemijahan berhasil dan juga dapat dihasilkan telur yang berkualitas baik.

Diantara cirri-ciri induk yang baik adalah :

Induk Jantan bertanda
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing agak memerah

Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat. Dan memerah

Langkah berikutnya adalah dengan memasukkan Indukan Jantan dan Betina dalam satu kolam yang berukuran 2,3m x 2,3m x0,8m dengan ketinggian air 30-35 cm yang terlebih dahulu diberi kakaban ( rangkaian ijuk yang diapit bambu) dengan ukuran kolam tersebut bisa di pasang rangkaian ijuk 12 buah, dengan ukuran panjang sekitar 1m dan lebar rentangan ijuk 20 cm.

Waktu pemasukan indukan ke dalam kolam hendaklah menjelang malam (sore) ini dikarenakan proses pemijahan memerlukan suasana yang cukup kondusif/tenang. Setelah kedua induk masuk diatas kolam di beri penutup bisa berupa lembaran plastik, terpal, maupun gedek ( anyaman bambu yang tipis ), biarkan proses pemijahan berjalan selama satu malam.

Kesokan harinya telur yang menempel pada ijuk yang sudah terbuahi akan terlihat putih kekung-kuningan cerah, itu pertanda proses pembuahan telah berhasil. Itu terlihat dari indukan jantan dan betina berjauhan yang biasanya nampak si induk betina berdiam di sudut kolam.

Setelah itu induk diangkat dan dikembalikan pada kolam penampungan induk. Dengan Indukan berumur 1 -1,5 tahun dan mempunyai berat antara 1,5 – 2 kg akan mampu menghasilkan telur sekitar 20.000 butir.

Sesudah proses pengangkatan rentang waktu 20-24 jam telur akan menetas menjadi larva, ijuk segera diangkat karena apabila ijuk tidak diangkat, telur yang tidak sempurna dalam pembuahan akan busuk, dari sini akan timbul jamur yang nantinya akan mencemari air kolam. Biasanya larva terlihat bergerombol di beberapa bagian dalam kolam terutama pada sudut kolam dengan ukuran sangat kecil lebih mirip seperti lumut berwarna kehijauan

Dalam satu atau dua hari larva lele semakin besar disini tidaklah perlu kita memberikan pakan dulu, karena cadangan kuning telur yang yang tersimpan pada tubuh ikan sudah mampu nyuplai makan 1-2 hari. Jangan lupa suplay oksigen ke kolam harus ada gunakan air pump atau alirkan air bersih ke kolam dengan debit kecil agar larva tidak bertebaran.Kolam masih dalam keadaan tertutup ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan suhu air, dan ada beberapa sumber mengatakan juga untuk beberapa daerah meyakini cara ini bisa untuk menghambat tumbuhnya lumut jerat. Proses penutupan selama 1 minggu ini karena bibit sudah mampu ber adaptasi dengan suhu lingkungan yang ada.

Setelah tiga hari menetas maka larva di beri makan cacing sutra halus segar, ada beberapa sumber juga mengatakan bisa di cacah dan disaring apabila cacing terlau besar .jangan lupa untuk menyipon (membersihkan kotoran dan sisa makanan yang tidak termakan) agar tdk menimbulkan penyakit, pemberian cacing dapat dilakukan 3 – 4 kali dalam 1 hari, bias juga sesuai nafsu makan dari larva dan ditambah porsinya untuk setiap karena larva semakin besar.

Pemberian Cacing akan lebih baik dilakukan selama 20 hari setelah itu bisa menggunakan pakan pellet tabur (D0) daerah sini menamai ceki ( pellet bubuk )

Setelah bibit berukuran 3-4 cm dengan usia sekitar 20 hari dilakukan penyotiran / penyamplingan ukuran bibit yang nantinya akan di masukkan ke dalam kolam pendederan. (Tampungan) dengan ketinggian air 30 cm sampai mencapai ukuran 4-6 cm & 5-7 cm dan bibit sudah makan pellet f999, Hingga lele siap untuk di jual kepada petanni pendederan / petani pembesaran sampai ukuran konsumsi.

Ketersedian air yang bersih dan pasokan oksigen yang cukup disertai pemberiaan pakan yang teratur akan dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan dari benih. Ada beberap sumber mengatakan kualitas air adalah sangat penting dalam usaha budidaya ikan air tawar dalam hal ini ukuran kualitas arkolam dapat dinilai dari :

Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).

Penggantian air secara berkala dengan takaran 30 % air dalam kolam dengan air bersih, dimungkinkan akan terpeliharanya kwalitas air secara menyeluruh dan yang artinya pertumbuhan dari ikan yang kita budidayakan akan berkembang jauh lebih baik.

Semoga Tulisan ini bias berguna dan membantu bagi rekan-rekan yang ingin menerjuni usaha ini, atau hanya untuk menyalurkan hoby, Kalau ada hal yang belum jelas bias tulis cooment, InsyaAllah akan dibantu, untuk rekan rekan yang telah dahulu memposting perihal/mengenai teknik budidaya ikan air tawar khususnya lele, salam kenal semoga suatu saat kita bias sharing, Salam sukses.
By. Budidaya Lele





{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar